PEKANBARU – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan pelatihan “Indonesian Sustainable Palm Oil” (ISPO) ke 106 petani sawit di Provinsi Riau.

Pelatihan yang menggandeng Lembaga Pendidikan Perkebunan Agro Nusantara ini berlangsung pada selama enam hari, 28 Mei-2 Juni 2024 di salah satu hotel di Pekanbaru. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi yang membuka kegiatan ini menyampaikan data terbaru ada sekitar 3,8 juta hektare lahan sawit di Riau dengan 1,7 juta ha dikelola petani swadaya dan mitra.
“1,7 juta ha lahan sawit itu dikelola petani swadaya dan mitra, jadi tergantung bagaimana menata kelola sawit dengan baik. Kita harus persiapkan salah satunya dengan pelatihan ISPO karena beda antara petani dengan perusahaan adalah tata kelolanya,” katanya, Selasa.
Perwakilan Manajemen PT LPP Agro Nusantara, Kunthi Widhyasih mengatakan pelatihan ini diikuti oleh petani sawit dari tiga kabupaten di Riau. Ketiganya Kabupaten Kampar 42 orang, Rokan Hulu 35 orang dan Siak 29 orang.
Program pelatihan ini dilaksanakan setiap tahun dan para peserta akan mendapatkan materi berupa pembelajaran teori di kelas. Di antaranya mengenai kebijakan, prinsip, dan kriteria ISPO, legalitas lahan dan kebun, prosedur sertifikasi ISPO bagi pekebun, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, dan sebagainya.
“Peserta juga berkesempatan melaksanakan praktik mengenai materi terkait di perkebunan milik Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah di Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.
Ia mengatakan pada tahun 2024 ini, BPDPKS dan Ditjenbun menggandeng 15 lembaga pelatihan dan menyasar pekebun dari 14 provinsi di Indonesia. BPDPKS mempercayakan LPP Agro Nusantara untuk menyelenggarakan 43 judul pelatihan dengan 11 jenis pelatihan.
Secara total, LPP Agro Nusantara melatih sejumlah 1.339 peserta secara bertahap dalam periode April–September 2024. Adapun wilayah pelaksanaan pelatihan ini diadakan di tujuh provinsi yaitu Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah yang terdiri dari 11 kabupaten.
Sumber: minangkabaunews.com